Implementasi ERP untuk Agribisnis Indonesia
Banyak perusahaan agribisnis di Indonesia masih menjalankan operasional di kandang, gudang, dan pembukuan dengan sistem yang terputus — spreadsheet, WhatsApp, dan software akuntansi yang tidak pernah berbicara satu sama lain. Agric.id mengimplementasi ERP yang dirancang khusus untuk realitas peternakan dan pengolahan pangan di Indonesia: menyambung production, inventory, dan finance ke satu sistem yang benar-benar dipakai oleh orang lapangan.
Apa yang kami implementasi
Modul ERP yang kami pasang dirancang full-stack dari operasional ke laporan keuangan:
- Production monitoring — pencatatan harian per kandang/pen/batch, dengan logika yang menyesuaikan tipe operasi (broiler, layer, dairy, feedlot, processing).
- Inventory management — pakan, DOC/bakalan, obat-obatan, dan bahan baku processing dengan tracking lot dan ekspirasi.
- Costing — perhitungan HPP per batch atau per kg output, bukan rata-rata bulan.
- Profit & Loss, Balance Sheet, Cashflow — laporan keuangan yang ditarik langsung dari aktivitas operasional, bukan dari entry ulang akhir bulan.
- Accounts Receivable & Payable — modul AR/AP terintegrasi dengan invoice, kontrak supplier, dan pencatatan kas.
- Payroll & BPJS — integrasi attendance lapangan dengan payroll dan registrasi BPJS yang presisi (lihat case study slaughterhouse nasional).
Pengalaman
Tim Agric.id sudah meletakkan ERP di berbagai skala — dari farm tunggal sampai kemitraan ayam multi-lokasi. Yang membuat pendekatan kami berbeda: kami bukan vendor software yang dijual lewat sales deck. Kami pernah duduk di posisi CTO sebuah operasi peternakan terintegrasi yang didanai VC, jadi kami tahu apa yang dibutuhkan manajemen ketika harus mempresentasikan angka ke investor, dan kami tahu apa yang dibutuhkan farm crew supaya sistemnya benar-benar dipakai, bukan dihindari.
Pendekatan
- 1. Operasi dulu, software kemudian. Implementasi ERP yang dipaksakan ke proses yang berantakan hanya akan mendigitalkan kekacauan. Kami benerin alur kerja dulu, baru bangun modulnya.
- 2. Modular & purpose-fit. Tidak ada template generik. Logika production untuk cage-free layer berbeda dari battery layer; logika feedlot beda dengan dairy. Kami dispatch modul berdasarkan realitas operasinya.
- 3. Closed loop ke finance. Setiap event operasional — DOC chick-in, mortality, panen, sales — punya konsekuensi finansial yang otomatis tercatat. Pembukuan akhir bulan jadi tinggal verifikasi, bukan rekonstruksi.
- 4. Dijaga oleh tim, bukan ditinggal. Kami tetap on-call setelah go-live untuk memastikan adopsi berjalan dan modul berkembang seiring kebutuhan.
Case study terkait
Siap diskusi ERP untuk agribisnis Anda?
Sektor apa pun yang Anda jalankan — peternakan, processing, atau multi-protein — kami bisa bantu memetakan ruang lingkup implementasi yang realistis.
Diskusikan proyek Anda