Integrasi Payroll & BPJS untuk Slaughterhouse Nasional
Berkolaborasi dengan salah satu rumah potong terbesar di Indonesia untuk mengintegrasikan pencatatan kehadiran langsung dengan payroll untuk lebih dari 900 karyawan — menghilangkan rekonsiliasi manual, mempercepat tutup buku payroll, dan membawa registrasi BPJS ke kepatuhan yang presisi.
Konteks
Slaughterhouse skala nasional menjalankan tenaga kerja yang ramai, lintas shift, dan tersebar di beberapa lini processing. Sebelum integrasi, pencatatan kehadiran dilakukan terpisah dari payroll — rekonsiliasi manual setiap akhir periode memakan waktu, error sering muncul di tahap kalkulasi lembur, dan registrasi BPJS untuk karyawan baru tidak selalu sinkron dengan status kepegawaian aktual. Risikonya bukan hanya operasional: ketidakcocokan registrasi BPJS bisa berdampak pada kepatuhan dan audit.
Pendekatan
Engagement ini bukan sekadar instalasi software HR. Kami pertama-tama memetakan alur real — bagaimana karyawan benar-benar absen masuk, bagaimana lembur disetujui, bagaimana data sampai ke payroll, dan di titik mana BPJS harus tervalidasi. Setelah itu kami susun arsitekturnya:
- Satu data attendance, satu sumber kebenaran. Pencatatan kehadiran masuk ke satu sistem yang sama yang dipakai payroll — tidak ada lagi spreadsheet jembatan.
- Aturan lembur & shift terkodifikasi. Logika perhitungan upah, lembur, dan tunjangan dipindahkan ke sistem sehingga tidak ada interpretasi manual berbeda per periode.
- Validasi BPJS otomatis. Setiap karyawan baru atau perubahan status memicu pengecekan registrasi BPJS — registrasi yang missing atau tidak konsisten ter-flag sebelum jadi temuan audit.
Stack & teknologi
Sistem attendance dan payroll terintegrasi penuh — bagian dari pendekatan implementasi ERP untuk agribisnis yang kami pakai untuk perusahaan dengan tenaga kerja lapangan padat. Modul payroll menangani kalkulasi gaji, lembur, tunjangan, dan potongan; modul attendance menangkap jam masuk dan keluar dengan device yang relevan di lini processing. Stack pendukung mencakup [REVIEW: konfirmasi backend stack, dan integrasi spesifik dengan vendor attendance hardware kalau ada].
Outcomes
Hasil utama: rekonsiliasi manual hilang, payroll close jadi lebih cepat dan auditable, dan kepatuhan BPJS dipantau by-design alih-alih jadi pekerjaan ad-hoc setiap kuartal. Pengukuran detail seperti pengurangan jam kerja tim HR dan reduksi error payroll masih dalam tahap [REVIEW: pengukuran tervalidasi].
Layanan & case study terkait
Punya operasi processing atau slaughterhouse yang butuh penyatuan attendance ↔ payroll?
Cerita konteks operasionalnya — kami siapkan ruang lingkupnya.
Diskusikan proyek Anda